aplikasi mobile study kasus
Membuat Desain UI/UX Aplikasi Mobile dengan Figma: Studi Kasus Gluby App
Dalam dunia pengembangan aplikasi mobile, desain antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX) memegang peran yang sangat penting dalam menarik dan mempertahankan pengguna. Salah satu tools populer yang digunakan oleh para desainer UI/UX saat ini adalah Figma. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana membuat desain UI/UX aplikasi mobile yang efektif dan estetis menggunakan Figma, dengan studi kasus pada aplikasi fiktif bernama Gluby.
Sekilas tentang Gluby App
Gluby adalah aplikasi fiktif yang dirancang dengan tampilan yang bersih dan modern. Berdasarkan gambar prototipe, Gluby memiliki tiga halaman utama dalam proses autentikasi pengguna:
-
Halaman Masuk (Login)
-
Halaman Lupa Password
-
Halaman Daftar (Register)
Setiap halaman memiliki elemen desain yang seragam, menggunakan tipografi yang tegas, warna biru yang konsisten, dan layout yang simpel namun fungsional.
1. Konsistensi Visual dalam Desain UI
Salah satu prinsip penting dalam desain UI adalah konsistensi. Pada desain Gluby:
-
Logo dan branding tetap sama di setiap layar.
-
Warna biru digunakan sebagai warna utama untuk tombol aksi (CTA), link, dan elemen penting lainnya.
-
Komponen input seperti field email dan password memiliki gaya yang konsisten, memudahkan pengguna untuk mengenali fungsinya.
🔵 Tips Figma: Gunakan komponen (Components) dan gaya (Styles) untuk menjaga konsistensi antarelemen UI. Figma memungkinkan kamu mengubah satu komponen dan langsung memperbarui semua salinannya.
2. Fokus pada UX: Sederhana dan Mudah Dimengerti
UX (User Experience) lebih dari sekadar visual. Ini tentang bagaimana pengguna merasa saat menggunakan aplikasi. Dalam desain Gluby:
-
Teks yang digunakan sederhana dan langsung ke poin, seperti "Masukkan Email" atau "Masukkan Password".
-
Terdapat link navigasi seperti “Lupa password?” dan “Belum punya akun? Daftar” yang mempercepat alur pengguna.
-
Halaman lupa password memberikan instruksi yang jelas tanpa membuat pengguna bingung.
🧠 Tips UX: Lakukan pengujian usability dengan prototipe di Figma. Figma mendukung mode prototyping interaktif yang bisa langsung diuji coba oleh pengguna.
3. Responsif dan Siap untuk Pengembangan
Desain ini sudah memperhitungkan layout mobile dengan mempertahankan ukuran tombol yang cukup besar, jarak antar elemen yang nyaman, serta tampilan yang bisa dengan mudah diimplementasikan oleh developer.
📱 Tips Figma: Gunakan grid dan constraint untuk memastikan elemen tetap responsif di berbagai ukuran layar.
4. Simulasi Navigasi dengan Figma Prototype
Figma tidak hanya untuk desain statis. Kamu bisa menggunakan fitur Prototyping untuk menghubungkan antarhalaman:
-
Dari tombol "Daftar" ke halaman register.
-
Dari "Lupa password?" ke halaman reset password.
-
Menambahkan animasi transisi untuk memberikan pengalaman yang lebih nyata.
🔗 Tips Figma: Gunakan fitur Prototype → Interaction untuk membuat alur aplikasi interaktif sebelum masuk ke tahap coding.
Kesimpulan
Desain UI/UX yang baik harus menggabungkan estetika visual, kemudahan penggunaan, dan kesiapan untuk implementasi. Dengan Figma, semua aspek ini bisa dikembangkan secara kolaboratif dan efisien. Studi kasus dari aplikasi Gluby menunjukkan bahwa dengan pendekatan minimalis namun informatif, aplikasi bisa tampil profesional dan user-friendly.
Mulailah proyek UI/UX kamu sekarang di Figma, dan jadikan pengalaman pengguna sebagai prioritas utama dalam setiap desain!
Komentar
Posting Komentar